Tampilkan postingan dengan label Catatan Ridho Al Kamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Ridho Al Kamil. Tampilkan semua postingan

18 Juli 2014

Catatan Ridho Al Kamil | Tentang SYUKUR

Di Tulis Oleh: Ust. Ridho Al Kamil

Assalamualaikum ....Wr.Wb

$ahabat Fß̍̍̊ Ÿά̲♌ƍ ß̍̍̊ε̲̣̣̣̥Rß̍̍̊Ά̲̣̣̣̥ћΆ̲̣̣̣̥GïΆ̲̣̣̣̥ 
mari ќïτɑ̤̥̈̊ belajar untuk bisa menjadi manusia-manusia Ÿά̲♌ƍ pandai bersyukur ϑέñƍάñ dimulai dari hal-hal Ÿά̲♌ƍ keci
Bersyukur harus dimulai dari sekarang, apapun bentuk nikmat itu. Jangan sampai ditunda-tundaJika ќïτɑ̤̥̈̊ tidak memiliki apa yang ќïτɑ̤̥̈̊ sukai, maka sukailah apa yang ќïτɑ̤̥̈̊ miliki saat ini"
Syukur, suatu kata yang sangat simpel sekali untuk diucapkan. Namun akan sangat terasa berat dalam pengaplikasianΏÿå dalam kehidupan sehari-hari.

Syukur menurut orang-orang yang sudah ahli bersyukur, katanya merupakan kunci kebahagiaan dalam menjalani hidup ini.

Syukur itu suatu perkara yang mudah, namun bisa menjadi tidak begitu mudah untuk diterapkan. Mudah sekali untuk mengatakan bersyukur, namun bisa terasa sulit sekali untuk merealisasikan rasa syukur itu.

Bersyukur memang harus dilatih terus menerus, agar bisa menjadi suatu kebiasaan. Awalnya mungkin memang susah, makanya pada awalΏÿå mungkin perlu “pemaksaan” sedikit agar mau menjadi pribadi yang pandai bersyukur.

ќïτɑ̤̥̈̊ harus bisa membiasakan diri membuka mata hati untuk mampu melihat agar bisa melatih diri ќïτɑ̤̥̈̊ untuk bisa bersyukur.

Semua Ÿά̲♌ƍ ќïτɑ̤̥̈̊ miliki, semua Ÿά̲♌ƍ sedang ќïτɑ̤̥̈̊ hadapi, semua Ÿά̲♌ƍ sedang ќïτɑ̤̥̈̊ rasakan, harus ќïτɑ̤̥̈̊ syukuri.

ϑari mana ϑάñ sejak kapan harus mulai belajar bersyukur? mulai dari sekarang dan bisa dilakukan sejak ќïτɑ̤̥̈̊ bangun dari tidur. 

Ketika bangun dari tidur, itu pun bisa dijadikan sarana untuk belajar bersyukur dari hal yang sangat kecil. Coba kita mulai berfikir ketika bangun tidur, betapa sayangnya Allah sama ќïτɑ̤̥̈̊ , ternyata masih diberi kesempatan untuk menikmati udara pagi kembali setelah semalaman tertidur pulas dalam keadaan tak sadar.

Ќïτɑ̤̥̈̊ tidak akan pernah tahu saat ќïτɑ̤̥̈̊ tidur tak sadarkan diri, tapi ternyata di pagi hari ќïτɑ̤̥̈̊ diberi kesempatan untuk bisa menikmati udara pagi-. 
mari ќïτɑ̤̥̈̊ bertafakur sejenak. Merenungkan apa yang telah ќïτɑ̤̥̈̊ lakukan selama ini. Sejauh mana kita bersyukur atas karunia Ÿά̲♌ƍ Ά̲̣̣̣̥llά̲ћ berikan kepada ќïτɑ̤̥̈̊ semua. Dari hal terkecil saja, nikmat sehat dan pernafasan Ÿά̲♌ƍ senantiasa kita hirup setiap saat. Milik siapakah oksigen yang ќïτɑ̤̥̈̊ rasakan secara gratis itu? Pantaskah kita melupakan pemberian yang Ia berikan secara Cuma-Cuma kepada ќïτɑ̤̥̈̊ !
Bukankah itu suatu nikmat yang sangat luar biasa? ϑάñ tentunya wajib untuk kita syukuri.

Ketika ќïτɑ̤̥̈̊ menikmati makan saur. Jadikan makan saur ќïτɑ̤̥̈̊ sebagai media untuk belajar bersyukur. Alhamdulillah ќïτɑ̤̥̈̊ ucapkan pada Allah, meskipun makan hanya nasi putih, lauk tempe ϑάñ sambal terasi. Karena di luar sana masih banyak saudara-saudara kita yang belum tentu bisa menikmati makan saur seperti ќïτɑ̤̥̈̊ .

Jangan pernah ќïτɑ̤̥̈̊ mengeluh dg pekerjaan ќïτɑ̤̥̈̊ , karena mengeluh bisa jadi itu adalah bentuk tidak mensyukuri nikmat Allah. Syukuri dan nikmati saja pekerjaan ќïτɑ̤̥̈̊ itu ϑέñƍάñ bijak. Karena tidak kah kita sadari bahwa di luar sana masih banyak orang-orang Ÿά̲♌ƍ kebingungan mencari pekerjaan.

Bila ќïτɑ̤̥̈̊ hanya mengisi kehidupan ќïτɑ̤̥̈̊ untuk bisa menjadi seperti orang lain dan menginginkan kehidupan orang lain, itu membuat ќïτɑ̤̥̈̊ hanya menyia-nyiakan waktu ќïτɑ̤̥̈̊ . Ќïτɑ̤̥̈̊ lupa bahwa kita juga memiliki hidup kita sendiri yang telah Ά̲̣̣̣̥llά̲ћ anugerahkan untuk ќïτɑ̤̥̈̊ , untuk ќïτɑ̤̥̈̊ jalani.

Berhenti untuk menginginkan kehidupan orang lain ataupun menjadi seperti orang lain. Ќïτɑ̤̥̈̊ harus menyadari bahwa diri ќïτɑ̤̥̈̊ pun sangat berharga, walaupun ќïτɑ̤̥̈̊ memiliki banyak kekurangan dan mungkin tidak sebaik orang lain yang ќïτɑ̤̥̈̊ lihat, tetapi ќïτɑ̤̥̈̊ juga memiliki kehidupan sendiri untuk ќïτɑ̤̥̈̊ syukuri dan menjalankannya dengan sebaik mungkin.

Ќïτɑ̤̥̈̊ sering tidak sadar bahwa apapun jalan hidup seseorang, semuanya pasti ada enak dan tidak enaknya. Ќïτɑ̤̥̈̊ sering mengingini kehidupan orang lain, karena ќïτɑ̤̥̈̊ hanya melihat yang enak-enaknya dan sering ќïτɑ̤̥̈̊ lupa untuk melihat bagaimana pengorbanan Ÿά̲♌ƍ harus dilalui orang tersebut untuk bertahan menjalani hidupnya hingga sekarang.

Yakin dan percaya bahwa Tuhan memberikan ќïτɑ̤̥̈̊ satu kehidupan, dan kehidupan itu pasti baik ϑέñƍάñ segala bumbu-bumbu Ÿά̲♌ƍ akan menemani ќïτɑ̤̥̈̊ dalam mengarungi kehidupan ini. Syukuri hidup ќïτɑ̤̥̈̊ sekarang, jalani dengan baik, dan tetap menjadi diri ќïτɑ̤̥̈̊ sendiri.

Sudah sepatutnyalah ќïτɑ̤̥̈̊ belajar menjadi hamba yang pandai bersyukur. 
ϑάñ menjadikan shalat dan ibadah lain Ώÿå bukan hanya karena kewajiban semata, tapi sebagai bentuk syukur ќïτɑ̤̥̈̊ kepada Ά̲̣̣̣̥llά̲ћ. Karena sesungguhnya syukur itu akan kembali lagi kepada ќïτɑ̤̥̈̊ , ќïτɑ̤̥̈̊ beramal baik, bukan untuk orang lain melainkan untuk kebaikan kita sendiri.

mari ќïτɑ̤̥̈̊ nikmati hari-hari ќïτɑ̤̥̈̊ ini ϑέñƍάñ indah. Renungkan dan syukuri berkah yang telah Ά̲̣̣̣̥llά̲ћ anugerahkan kepada ќïτɑ̤̥̈̊ . ϑάñ marilah ќïτɑ̤̥̈̊ satu sama lain, untuk saling mengingatkan agar bersama-sama belajar untuk menjadi pribadi-pribadi yang pandai bersyukur, dan dijauhkan dari sifat kufur.

$ε̲̣̣̣̥♏o̲̲̲̅ğɑ̤̥̈̊ bermamfaat ϑάñ $ε̲̣̣̣̥♏o̲̲̲̅ğɑ̤̥̈̊ ќïτɑ̤̥̈̊ [ϑ̲̅i̲̅] persaudarakan dlm kebenaran.

Wassalam
#saling_senyum 
 

15 Juli 2014

Catatan Ridho Al Kamil | Instropeksi Diri

Di Tulis Oleh: Ust. Ridho Al Kamil 

Assalamualaikum.... Wr.wb

Hati manusia sesungguhnya bersih atau bersinar, namun suka tertutupi oleh awan kemaksiatan hingga sinarnya menjadi tidak tampak. Oleh sebab itu, kita harus berusaha menghilangkan awan yang menutupi cahaya hati kita. 


Bagaimana caranya?

1.Introspeksi diri
2.Perbaiki diri / Taubat
3.Membaca Al Qur-an dan mentadabburi
4.Amal shaleh
5.Dzikir
6.Bergaul dg orang" shaleh
7.Sedekah
8.Mengingat mati
9.Menghadiri majelis ilmu
10.Berdo'a

Introspeksi Diri

Introspeksi diri dalam bahasa arab disebut Muhasabatun Nafsi, artinya mengidentifikasi apa saja penyakit hati kita. Dg introspeksi diri maka kita akan tahu apa sebenarnya penyakit hati yang dideritanya kita .

Memperbaiki Diri / Taubat

Perbaiki diri dalam bahasa populer disebut taubat. Ini merupaka tindak lanjut dari introspeksi diri. Ketika melakukan introspeksi diri, kita kan menemukan kekurangan atau kelemahan diri kita. Nah kekurangan-kekurangan tersebut harus kita perbaiki secara bertahap. Alangkah rugi kalau kita hanya pandai mengidentifikasi kelemahan diri tapi tidak memperbaikinya. 

Membaca dan Tadabbur Al Qur’an

Tadabbur Al Qur’an artinya menelaah isi al Qur’an, lalu menghayati dan mengamalkannya. Hati itu bagaikan tanaman yang harus dirawat dan dipupuk. Nah, di antara pupuk hati adalah tadabbur Qur’an. Allah menyebutkan orang-orang yang tidak mau mentadabburi Qur’an sebagai orang yang tertutup hatinya. Artinya, kalau hati kita ingin terbuka dan bersinar, maka tadabbur Qur’an. 

Menjaga Kelangsungan Amal Saleh

Amal shaleh adalah setiap ucapan atau perbuatan yang dicintai dan diridhoi Allah SWT. Apabila kita ingin memiliki hati yang bening, jagalah keberlangsungan amal saleh sekecil apapun amal tersebut.

Rasulullah SAW bersabda, “Beramallah semaksimal yang kamu mampu, karena Alloh tidak akan bosan sebelum kamu bosan, dan sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang kontinyu (terus-menerus) walaupun sedikit.” (HR. Bukhari)

Mengisi Waktu dengan Dzikir

Dzikir adalah ingat atau mengingat. Dzikrulloh artinya selalu mengingat Allah. Ditinjau dari segi bentuknya, ada dua macam dzikir. Pertama, Dzikir Lisan artinya ingat kepada Allah dengan melafadzkan ucapan-ucapan dzikir seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Laa Ilaaha ilallah, dll. Kedua Dzikir Amali artinya dzikir (ingat) kepada Allah dalam bentuk penerapan ajaran-ajaran Allah SWT dalam kehidupan. Misalnya jujur dalam bisnis, tekun saat bekerja, dll. Hati akan bening kalau hidup selalu diisi dengan dzikir lisan dan dzikir amali.

Bergaul dengan Orang-orang Shaleh

Lingkungan akan mempengaruhi perilaku seseorang. Karena itu, kebeningan hati erat juga kaitannya dengan siapakah yang menjadi sahabat-sahabat kita. Kalau kita bersahabat dengan orang yang jujur, amanah, taat pada perintah Allah, tekun bekerja, semangat dalam belajar, dll, diharapkan kita akan terkondisikan dalam suasana kebaikan. Sebaliknya, kalau kita bergaul dengan orang pendendam, pembohong, pengkhianat, lalai akan ajaran-ajaran Allah SWT, dikhawatirkan kita pun akan terseret arus kemaksiatan tersebut.

Berbagi dengan Fakir, Miskin, dan Yatim

Sedekah atau berbagi cinta dan ceria dengan saudara-saudara kita yang fakir, miskin, dan yatim merupakan cara yang sangat efektif untuk meraih kebeningan hati, sebab dengan bergaul bersama mereka kita akan merasakan penderitaan orang lain.

Mengingat Mati

Modal utama manusia adalah umur. Umur merupakan bahan bakar untuk mengurangi kehidupan. Kebeningan hati berkaitan erat dengan kesadaran bahwa suatu saat bahan bakar kehidupan kita akan menipis dan akhirnya habis. Kesadaran ini akan menjadi pemicu untuk selalu membersihkan hati dari awan kemaksiatan yang menghalangi cahaya hati.

Menghadiri Majelis Ilmu

Hati itu bagaikan tanaman, ia harus dirawat dan dipupuk. Di antara pupuk hati adalah ilmu. Karena itu, menghadiri majelis ilmu akan menjadi media pensucian hati.

Berdo’a kepada Allah SWT

Allah SWT berkuasa untuk membolak-balikan hati seseorang. Karena itu sangat logis kalau kita diperintahkan untuk meminta kepada-Nya dijauhkan dari hati yang busuk dan diberi hati yang hidup dan bening.

Allah tidak melihat kesempurnaan kita dalam menjalani sesuatu, akan tetapi niat tulus yang disertai usaha untuk menjalankannya. Karena kita tidak bisa sempurna, maka biarkanlah Allah yang akan menyempurnakannya. Begitu pun dalam menata hati, kita harus senantiasa menatanya untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Demikian yg bisa saya share,semoga ada manfaatnya.
aamiin...

Mohon maaf apabila dalam tulisan ini ada kekurangan atau salah kata ,mohon kiranya bagi para sahabat fb/ pembaca berkenan untuk memberikan bimbingan.....Trim's.

Wassalam
#saling_senyum 

Catatan Ridho Al Kamil | Sudahkah kita Sedekah Hari Ini ?

Di Tulis Oleh: Ust. Ridho Al Kamil 

Assalamualaikum .... Wr.Wb
Sedekah bukan berupa uang atau materi saja…..membantu orang di sekitar kita atau bermanfaat buat lingkungan (apapun itu) termasuk sedekah juga…..
bahkah tersenyum saja itu termasuk sedekah 

Senyum itu sedekah.... Begitu mudah untuk mendapat pahala sedekah tanpa mengeluarkan uang atau keringat! Tapi, benarkah senyum itu mudah?
Senyum adalah luapan batin. Ia merupakan ciri khas makhluk Ÿά̲♌ƍ bernama manusia. Manusia mudah jatuh hati pada seseorang Ÿά̲♌ƍ tersenyum. Senyum juga mampu menumbuhkan rasa gembira, menyebabkan hati menjadi damai. Senyum juga mampu mengusir duka.

Sebaliknya, tanpa senyum, orang akan menjauhkan diri dari kita. Manusia cenderung untuk tidak menyukai sikap sombong, angkuh, kasar dan bengis…dan semua itu wujud tanpa senyuman.

Senyum itu mudah akan ttp senyuman yang tulus itu sukar. Senyuman Ÿά̲♌ƍ dusta juga bukan suatu yang mudah. Oleh itu senyum yang menjadi sedekah juga bukan semudah Ÿά̲♌ƍ kita bayangkan. Sesungguhnya, “Senyum itu akan terasa berat dilakukan bagi jiwa Ÿά̲♌ƍ belum dibiasakan dengan kebaikan…

Pepatah China mengatakan, “Seseorang Ÿά̲♌ƍ tak memiliki senyum seharusnya tidak membuka toko.” Wiraniaga, pelaku bisnis, siapa pun Ÿά̲♌ƍ kehidupannya bergantung pada pelanggan atau dukungan orang lain harus belajar cara mempraktikkan senyum Ÿά̲♌ƍ indah

Ada sebuah timbal balik Ÿά̲♌ƍ terjadi, bahwa jika kita membuat orang lain merasa nyaman dengan tersenyum dan menyapanya dengan positif, mereka juga akan ingin membalas dengan memberi kita perlakuan serupa

Jikalau kita sendiri sering mencemberutkan muka, maka bagaimanakah hidup ini bisa kita rasakan indah.

Senyum keluar dari lubuk hati, tidak menyombongkan juga tidak merendahkan diri, juga bukan memperdaya golongan Ÿά̲♌ƍ lemah, juga bukan sanjungan bagi mereka Ÿά̲♌ƍ kuat. Senyuman yang dipergunakan untuk menyanjung-nyanjung itu adalah suatu senyuman yang palsu, dan kedok itu tidak akan bertahan lama, begitu telah tercapai tujuan dan tidak diperlukan lagi, mereka pasti akan menanggalkan topeng itu, dan muncullah wajah mereka yang asli.

Senyum Ÿά̲♌ƍ tulus dan ikhlas biasa keluar dengan sendirinya tanpa disadari oleh kita.
senyuman Ÿά̲♌ƍ tulus lahir dari orang yang bisa berdamai dengan diri sendiri. Berdamai dengan diri sendiri adalah sikap hidup seikhlas-ikhlasnya. Mencoba keluar dari konflik batin dan menjalani hidup ”apa adanya .

Sesungguhnya senyuman kecil saja Ÿά̲♌ƍ kita lakukan dengan ikhlas akan membuat damai hati orang lain yang melihat kita. Dan secara tidak langsung kita telah memberi tenaga positif bagi orang lain. Maka teruslah tersenyum dengan hati, dan kemudian akan muncul keikhlasan dalam diri. Tak sekadar untuk kita, tetapi juga untuk mereka Ÿά̲♌ƍ tak kunjung memiliki senyuman.

Sampai [ϑ̲̅i̲̅] sini saya harus berhenti. Bagaimana saya berhotbah tentang senyum Ÿά̲♌ƍ tulus padahal saya sendiri susah senyum kok 
н̣̣̣̝̇̇̇є̲̣̣̣̥"̮н̲̣̣̣̥є̲̣̥ "̮ н̣̣̣̝̇̇̇є̲̣̣̣̥"̮н̲̣̣̣̥є̲̣̥ 

mɑ̤̥̈̊tor sɑ̤̥̈̊kɑ̤̥̈̊lɑ̤̥̈̊ngko♌ƍ

Catatan Ridho Al Kamil | BERCERMINLAH

Di Tulis Oleh: Ust. Ridho Al Kamil 

Assalamualaikum .... Wr.Wb

Sahabatku, Sudahkah kita bercermin dengan kehidupan? 

Apa kita selama ini bercermin hanya untuk memperindah penampilan jasad saja?
Atau kita malu untuk melihat segala kekurangan dan kesalahan yang ada pada diri kita melalui cermin kehidupan yang ada didepan mata kita ?

Jika kita masih sering kecewa dengan seseorang.Bercerminlah!
Barangkali kita pun masih sering membuat orang lain kecewa.


Jika kita masih sering sakit hati karena sikap dan ucapan orang lain. Bercerminlah! Barangkali kita pun sering menyakiti hati orang lain dengan sikap dan ucapan kita.

Jika kita pernah membuat janji dengan seseorang, namun dia tidak menepatinya, hingga membuat kita
kesal dan marah. Bercerminlah! Bisa jadi kita pun pernah tidak tepat janji terhadap saudara atau temen hingga membuatnya kesal dan marah.


Jika kita pernah merasa capek dan bete menunggu kedatangan seseorang karena dia datang terlambat. Bercerminlah! 
Bisa jadi kita pun pernah datang tidak tepat waktu hingga membuat saudara kita menunggu lama.


Jika kita pernah dibohongi seseorang hingga membuat kita kecewa padanya. Bercerminlah!
Bisa jadi kita pun pernah membohongi orang lain dan
membuatnya kecewa.


Jika kita pernah meminta bantuan kepada orang lain, namun dia malah mengacuhkan kita dan tak
membantu kita. Bercerminlah!
Barangkali kita pun pernah mengacuhkan saudara atau teman yang meminta pertolongan kita.


Jika kita pernah dipermalukan saudara/teman karena aib kita dibuka satu per satu dihadapan orang lain.Bercerminlah!
Barangkali kita pun pernah
mempermalukan saudara/teman dengan membuka aibnya di hadapan orang lain.


Jika kita sering merasa kesepian — seolah-olah tidak dipedulikan dan tidak ada seorang pun yang menemani. Bercerminlah! 
Barangkali kita pun sering tidak peduli dan cuek terhadap teman sehingga mereka tersepi sendiri.


Jika kita pernah berjuang sendiri dan tak ada seorangpun yang menolong hingga membuat kita berpikir untuk menyerah. Bercerminlah! 
Bisa jadi kita pun pernah meninggalkan teman yang
sedang membutuhkan pertolongan kita hingga membuatnya hampir putus asa.


Jika kita merasa orang-orang di sekeliling kita tak menghargai. Bercerminlah!
Bisa jadi kita pun tidak pernah menghargai keberadaan mereka disekitar kita.
Jika kita merasa hidup hampa karena tak ada seorangpun yang mencintai kita. Bercerminlah!
Barangkali kita tidak pernah membuka hati dan membagi cinta kita dengan sesama.


Jika kita merasa hidup tak pernah bahagia. Bercerminlah!
Barangkali kita tidak pernah
menyadari bahwa kebahagiaan itu sebenarnya ada dalam diri kita. 

Inilah sekelumit tentang cermin, yang begitu penting dalam kehidupan sehari-hari dan tak bisa dipisahkan dari hidup kita. Smg kita bia bercermin untuk memperbaiki diri. Memperbaiki hati. Menangisi dosa. Maupun bercermin untuk menilai perubahan yang terbaik untuk diri kita. 
Amiinnn

Wassalam
#saling_senyum 

Kumpulan Tulisan Ridho Al Kamil | SABAR


Assalamualaikum ....Wr.Wb

Sering kali kita mendengar orang berbicara “Sampai Kapan???
Sabar itu kan ada batasnya!!!”. Coba cermati, kalimat itu adalah kalimat yang salah. Dengan alasan apapun yang namanya sabar itu tak ada batas waktu. Sabar itu ibarat jalan yang tak pernah ada ujungnya.

Sabar itu ada batasnya !
Itu biasanya diucapankan dari mulut orang Ÿά̲♌ƍ sudah emosi. Kalo emosi sudah menumpuk biasanya luapan amarah dan kata kata ini akan keluar dari mulut kita.

Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh. Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi Ÿά̲♌ƍ namanya kehidupan buat tubuh itu .

Sabar adalah pilar kebahagiaan seorang hamba. Dengan kesabaran itulah seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan.

Sabar itu terbagi menjadi tiga macam:

1.Bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Ά̲̣̣̣̥llά̲ћ

2.Bersabar untuk tidak melakukan hal-hal yang diharamkan Ά̲̣̣̣̥llά̲ћ

3.Bersabar dalam menghadapi takdir-takdir Ά̲̣̣̣̥llά̲ћ yang dialaminya, berupa berbagai hal yang menyakitkan dan gangguan yang timbul di luar kekuasaan manusia ataupun yang berasal dari orang lain .

Sabar adalah meneguhkan diri dalam menjalankan ketaatan kepada Ά̲̣̣̣̥llά̲ћ , menahannya dari perbuatan maksiat kepada Ά̲̣̣̣̥llά̲ћ , serta menjaganya dari perasaan dan sikap marah dalam menghadapi takdir Ά̲̣̣̣̥llά̲ћ ….

Dalam menjalani kehidupan di dunia, sudah pasti kita akan menemui berbagai macam musibah. Jalan kehidupan tidak selamanya lurus dan rata. Ada kalanya kita harus melangkah menyusuri jalan kehidupan yang penuh dengan onak dan duri. Ada saatnya kita harus menapaki jalan kehidupan yang berliku, terjal, dan mendaki. Semua itu merupakan sunnatullah.

Musibah itu merupakan ujian keimanan kita kepada Ά̲̣̣̣̥llά̲ћ . Kita harus menyadari bahwa setiap musibah yang kita alami, itu menandakan Ά̲̣̣̣̥llά̲ћ sayang kepada kita. Ά̲̣̣̣̥llά̲ћ menghendaki kebaikan bagi diri kita dengan memberikan berbagai macam musibah sebagai ujian. Dengan musibah itu, Ά̲̣̣̣̥llά̲ћ bermaksud mendidik kita menjadi manusia berkualitas.

Sikap yang harus kita tunjukkan dalam menghadapi berbagai musibah adalah sikap sabar. Sabar itu tidak ada batas dan ujungnya. Jika sabar dibatasi, maka itu bukan sabar lagi namanya.

Dengan kesabaran otomatis kita akan menjadi orang yang ikhlas. Biarkan semua mengalir sesuai ketentuan Allah dengan berusaha untuk mewujudkan suatu hal dan keadaan yang kita inginkan.

Definisi lain dari kesabaran adalah kesediaan kita untuk menjalani prosesnya satu demi satu. Dunia ini diciptakan berproses. Kesabaran berarti menikmati proses tersebut. Kita tak bisa mendadak menjadi kaya, pandai, atau suxses. Kita harus mau bersabar menjalani prosesnya dari hari ke hari.

Kita hanya menuai apa yang kita tanam. Tak ada hal yang instant! Kalau kita melewati prosesnya karena ingin cepat kaya, atau ingin cepat atau terlihat pandai. kita melawan hukum alam, karena itu bersiap-siaplah menerima konsekuensinya pada suatu saat nanti.

Ά̲̣̣̣̥ϑά Ÿά̲♌ƍ mengatakan sabar itu sulit. itupun ß̍̍̊ε̲̣̣̣̥†̥̥υ̲̣̥υ̲̣̥l°˚°°˚°˚ ..
Saya juga belum mampu untuk menjadi orang sabar.

Sakit, perih, kecewa, sakit hati, dan kesedihan bukanlah yang kita cari. Namun, jika itu yang terjadi pada kita harusnya kita memang menyikapinya dengan kesabaran.

Berdoa dan berusaha untuk lepas dari perasaan itu. Untuk itu, mulai sekarang mari kita hadapi kenyataan ϑάñ tahan rasa sakit dengan penuh kesabaran. Yakinlah bahwa Ά̲̣̣̣̥llά̲ћ akan memberikan keindahan dan kebahagiaan tepat pada waktunya.

semoga kita semua bisa berlaku ϑάñ berbuat sɑ̤̥̈̊bɑ̤̥̈̊r..... Amiinn

Wassalam
#saling_senyum 
 

13 Juli 2014

Introspeksi Diri | Revolusi Status on Facebook


Introspeksi Diri

 (1) Introspeksi diri dalam bahasa arab disebut Muhasabatun Nafsi, artinya mengidentifikasi apa saja penyakit hati kita. Dg introspeksi diri maka kita akan tahu apa sebenarnya penyakit hati yang dideritanya kita .
#saling_senyum 

Perbaiki Diri / Taubat

 (2) Perbaiki diri dalam bahasa populer disebut taubat. Ini merupaka tindak lanjut dari introspeksi diri. Ketika melakukan introspeksi diri, kita kan menemukan kekurangan atau kelemahan diri kita. Nah kekurangan-kekurangan tersebut harus kita perbaiki secara bertahap. Alangkah rugi kalau kita hanya pandai mengidentifikasi kelemahan diri tapi tidak memperbaikinya. 
#saling_senyum 

Membaca dan Tadabbur Al Qur’an

 (3) Tadabbur Al Qur’an artinya menelaah isi al Qur’an, lalu menghayati dan mengamalkannya. Hati itu bagaikan tanaman yang harus dirawat dan dipupuk. Nah, di antara pupuk hati adalah tadabbur Qur’an. Allah menyebutkan orang-orang yang tidak mau mentadabburi Qur’an sebagai orang yang tertutup hatinya. Artinya, kalau hati kita ingin terbuka dan bersinar, maka tadabbur Qur’an. 
#saling_senyum 

Menjaga Kelangsungan Amal Saleh

Amal shaleh adalah setiap ucapan atau perbuatan yang dicintai dan diridhoi Allah SWT. Apabila kita ingin memiliki hati yang bening, jagalah keberlangsungan amal saleh sekecil apapun amal tersebut. 

(4) Rasulullah SAW bersabda, “Beramallah semaksimal yang kamu mampu, karena Alloh tidak akan bosan sebelum kamu bosan, dan sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang kontinyu (terus-menerus) walaupun sedikit.” (HR. Bukhari)
#saling_senyum 

Mengisi Waktu dengan Dzikir

(5) Dzikir adalah ingat atau mengingat. Dzikrulloh artinya selalu mengingat Allah. Ditinjau dari segi bentuknya, ada dua macam dzikir. Pertama, Dzikir Lisan artinya ingat kepada Allah dengan melafadzkan ucapan-ucapan dzikir seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Laa Ilaaha ilallah, dll. Kedua Dzikir Amali artinya dzikir (ingat) kepada Allah dalam bentuk penerapan ajaran-ajaran Allah SWT dalam kehidupan. Misalnya jujur dalam bisnis, tekun saat bekerja, dll. Hati akan bening kalau hidup selalu diisi dengan dzikir lisan dan dzikir amali.
#saling_senyum  

Bergaul dengan Orang-orang Shaleh

 (6) Lingkungan akan mempengaruhi perilaku seseorang. Karena itu, kebeningan hati erat juga kaitannya dengan siapakah yang menjadi sahabat-sahabat kita. Kalau kita bersahabat dengan orang yang jujur, amanah, taat pada perintah Allah, tekun bekerja, semangat dalam belajar, dll, diharapkan kita akan terkondisikan dalam suasana kebaikan. Sebaliknya, kalau kita bergaul dengan orang pendendam, pembohong, pengkhianat, lalai akan ajaran-ajaran Allah SWT, dikhawatirkan kita pun akan terseret arus kemaksiatan tersebut.
#saling_senyum .

Berbagi dengan Fakir, Miskin, dan Yatim

(7) Sedekah atau berbagi cinta dan ceria dengan saudara-saudara kita yang fakir, miskin, dan yatim merupakan cara yang sangat efektif untuk meraih kebeningan hati, sebab dengan bergaul bersama mereka kita akan merasakan penderitaan orang lain.
#saling_senyum  

Mengingat Mati

(8) Modal utama manusia adalah umur. Umur merupakan bahan bakar untuk mengurangi kehidupan. Kebeningan hati berkaitan erat dengan kesadaran bahwa suatu saat bahan bakar kehidupan kita akan menipis dan akhirnya habis. Kesadaran ini akan menjadi pemicu untuk selalu membersihkan hati dari awan kemaksiatan yang menghalangi cahaya hati. 
#saling_senyum  

Menghadiri Majelis Ilmu

 (9) Hati itu bagaikan tanaman, ia harus dirawat dan dipupuk. Di antara pupuk hati adalah ilmu. Karena itu, menghadiri majelis ilmu akan menjadi media pensucian hati. 
#saling_senyum .

Berdo’a kepada Allah SWT

(10) Allah SWT berkuasa untuk membolak-balikan hati seseorang. Karena itu sangat logis kalau kita diperintahkan untuk meminta kepada-Nya dijauhkan dari hati yang busuk dan diberi hati yang hidup dan bening. 
www.kalapkab.blogspot.com

Di tulis oleh: Ridho Al kamil